Pengumuman

Pesan Singkat

Facebook Fans Page

Peristiwa Penting dalam Sejarah Gereja

Kamis, 10 Mei 2012 13:58:18 - oleh : admin
Peristiwa Penting dalam Sejarah Gereja

33 M Peristiwa Pantekosta pertama, turunnya
Roh Kudus ke atas para rasul. Santo Petrus berkhotbah di Yerusalem; 3000
orang dibaptis menjadi komunitas Kristen yang pertama. Santo Stefanus,
deakon, dirajam dengan batu sampai mati di Yerusalem. Dia dihormati sebagai
martir Kristen yang pertama.


34 M Santo Paulus, yang sebelumnya dikenal
sebagai Saulus, penindas umat Kristen, bertobat dan dibaptis. Setelah
tiga tahun hidup sendirian di gurun, dia bergabung dengan kelompok para
Rasul. Dia melakukan tiga perjalanan misionaris utama dan dikenal sebagai
Rasul bagi kaum non-Yahudi. Dia dipenjarakan dua kali di Roma dan dipenggal
disana antara tahun 64-67.


39 M Kornelius, orang Yunani, dan keluarganya
dibaptis oleh Santo Petrus, sebuah kejadian penting yang melambangkan
misi Gereja kepada segenap manusia.


42 M Penindasan umat Kristen di Palestina
terjadi pada pemerintahan raja Herodes Agrippa. Santo Yakobus bin Zebedeus,
rasul pertama yang terbunuh menjadi martir, dipenggal kepalanya pada tahun
44. Santo Petrus dipenjarakan untuk beberapa waktu. Banyak umat Kristen
melarikan diri ke Antiokia, menandakan awal dari penyebaran Kristen melampaui
batas-batas wilayah Palestina. Di Antiokia, para pengikut Kristus untuk
pertama kalinya disebut dengan sebutan Kristen.


49 M Umat Kristen di Roma, yang waktu itu
dianggap sebagai bagian dari sekte Yahudi, sangat terpukul oleh dekrit
yang dikeluarkan oleh kaisar Claudius yang isinya melarang ibadat Yahudi
di sana.


51 M Konsili Yerusalem, dimana semua Rasul
hadir dibawah pimpinan Santo Petrus, menyatakan bahwa sunat, aturan makanan,
dan berbagai peraturan hukum Musa tidak diharuskan bagi kaum non-Yahudi
yang menjadi Kristen. Dekrit yang penting ini dikeluarkan sebagai reaksi
atas kaum Yahudi-Kristen yang memaksa bahwa umat Kristen harus mengikuti
aturan hukum Musa untuk diselamatkan.


64 M Penindasan dimulai di Roma dibawah caesar
Nero, dimana sang caesar memulai kebakaran yang menghanguskan setengah
kota Roma, lantas memfitnah umat Kristen.


64 - 67 M Santo Petrus wafat sebagai martir
di kota Roma selama penindasan oleh Nero. Dia mendirikan keuskupan di
sana dan menghabiskan tahun-tahun terakhirnya disana setelah berkhotbah
di Yerusalem, mendirikan keuskupan di Antiokia, dan memimpin Konsili Yerusalem.


70 Penghancuran kota Yerusalem oleh Titus


88 - 97 Masa jabatan Paus Santo Clement I,
penerus ketiga setelah Petrus sebagai Uskup Roma. Beliau adalah salah
satu Bapa Apostolik Gereja. Surat Pertama kepada umat di Korintus, ditulis
oleh Gereja di Roma kepada Gereja di Korintus, untuk menyelesaikan persengketaan
penyingkiran Uskup yang sah di Korintus. Caesar Domitian menindas umat
Kristen, terutama di kota Roma.


100 Wafatnya Santo Yohanes, Rasul dan Evangelis,
menandai berakhirnya jaman Para Rasul dan generasi pertama Gereja. Pada
akhir abad tersebut, Antiokia, Alexandria, Efesus di Timur, dan Roma di
Barat, semuanya telah merupakan pusat populasi Kristen dan pengaruh Kristen.


107 Santo Ignatius dari Antiokia menjadi martir
di Roma. Dia adalah penulis Kristen pertama yang menggunakan kata "Gereja
Katolik"


112 Caesar Trajan, dalam jawabannya terhadap
Pliny, gubernur wilayah Bithynia, memerintahkannya untuk tidak mengejar
umat Kristen, tetapi menghukum mereka jika mereka menolak untuk menghormati
dewa-dewa Romawi di hadapan umum. Jawaban resmi ini menjadi standar perlakuan
magistrat Romawi dalam berurusan dengan umat Kristen.


117-138 Penindasan dibawah kaisar Hadrian.
Banyak dari Kisah-kisah para martir berasal dari periode ini.


125 Penyebaran ajaran Gnostikisme, suatu kombinasi
dari ajaran filosofi Plato dan agama-agama misterius dari Timur. Para
pengikutnya mengaku bahwa prinsip-prinsip pengetahuan yang rahasia memberikan
pemahaman yang lebih mendalam dibandingkan dengan wahyu Ilahi dan iman.
Salah satu tema Gnostik, menyangkal ke-Allah-an Yesus, sementara yang
lainnya menyangkal kemanusiaan Yesus, dan menganggapnya hanya penampilan
belaka. (Docetisme, Fantasiaisme)


144 Pengucilan Marcion, uskup dan penyeleweng
ajaran iman, yang mengaku bahwa Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru sama
sekali bertolak belakang dan tidak berhubungan sama sekali, dan bahwa
tidak ada hubungan antara Allah orang Yahudi dan Allah orang Kristen,
dan bahwa Kanon Alkitab hanya terdiri dari sebagian Injil Lukas dan 10
surat-surat Santo Paulus. Marcionisme berhasil diatasi oleh Roma pada
tahun 200 dan dikutuk oleh konsili di Roma pada tahun 260, tetapi penyelewengan
ini masih muncul hingga beberapa abad di wilayah Timur dan masih punya
pengikut hingga Abad Pertengahan.


155 Santo Polycarp, Uskup Smyrna dan murid
Santo Yohanes Penginjil, wafat sebagai martir.


156 Mulai munculnya Montanisme, semacam ekstrimisme
religius. Ajaran-ajarannya terutama adalah kedatangan Yesus yang kedua
kalinya, penyangkalan terhadap kekudusan Gereja dan kuasa untuk mengampuni
dosa, dan moralitas religius yang berlebihan. Penyelewengan ini yang dipimpin
oleh Montanus dari Phrygia dan yang lain-lain, dikutuk oleh Paus Santo
Zephyrinus (199-217)


161-180 Masa pemerintahan Marcus Aurelius.
Penindasan olehnya yang dimulai setelah terjadinya bencana-bencana alam,
lebi kejam dibanding para pendahulunya.


165 Santo Justinus, salah satu penulis penting
Gereja perdana, menjadi martir di Roma.


180 Santo Irenaeus, Uskup Lyons dan salah
satu teolog besar masa itu, menulis Adversus Haereses (Melawan
Para Penyeleweng/kaum heretiks). Dia menyatakan bahwa ajaran dan tradisi
oleh Tahta Roma adalah standar bagi kepercayaan Kristen.


196 Kontroversi menyangkut tanggal perayaan
Paskah - hari Minggu, menurut tradisi Barat, atau tanggal 14 dari bulan
Nisan (dalam kalender Yahudi), tidak peduli hari apa, sesuai praktek di
Timur. Kontroversi ini tidak selesai pada saat itu. Didache,
adalah rekaman penting kepercayaan Kristen, praktek ibadat dan pemerintahan,
pada abad pertama. Bahasa Latin diperkenalkan sebagai salah satu bahasa
liturgi di Barat. Bahasa-bahasa liturgi lainnya adalah Aram dan Yunani.
Sekolah Katekis Alexandria, didirikan di pertengahan abad kedua, memperluas
pengaruhnya menyangkut pelajaran doktrin dan instruksi dan interpretasi/penafsiran
Alkitab.


202 Penindasan terhadap umat Kristen oleh
kaisar Septimius Severus yang ingin mendirikan satu agama sederhana yang
sama di seluruh wilayah kekaisaran.


206 Tertulianus, yang masuk agama Katolik
sejak tahun 197 dan merupakan penulis Gerejawi besar yang pertama dari
tradisi Latin, bergabung dengan kaum pembangkang Montanis. Dia meninggal
pada tahun 230


215 Meninggalnya Santo Clement dari Alexandria,
guru dari Origen dan bapa pendiri sekolah teologi Alexandria.


217-235 Santo Hippolytus, sang anti-paus pertama.
Dia bersatu kembali dengan Gereja sewaktu berada dalam penjara selama
penindasan tahun 235.


232-254 Origen mendirikan Sekolah Teologi
di Kaisarea setelah mengalami pembuangan di tahun 231 sebagai kepala sekolah
Alexandria. Dia meninggal di tahun 254. Dia adalah seorang pakar dan penulis
yang menghasilkan banyak karya tulis. Dia adalah salah seorang pendiri
teologi sistematik dan membawa pengaruh yang luas selama waktu yang lama.


242 Manicaeisme muncul di Persia, adalah kombinasi
beberapa kesalahan ajaran yang berasumsi bahwa dua prinsip utama (kebaikan
dan kejahatan) bekerja dalam karya penciptaan dan kehidupan, dan bahwa
tujuan utama dari perjalanan manusia adalah pembebasan dari kejahatan
(materi). Ajaran ini menyangkal kemanusiaan Kristus, sistem sakramental,
otoritas Gereja (dan negara), dan mendukung suatu tata moral yang mengancam
ketentraman sosial. Pada abad ke-12 dan ke-13, ajaran ini muncul kembali
sebagai Albigensianisme dan Katharisme.


249-251 Penindasan oleh Decius. Banyak diantara
orang-orang yang murtad selama penindasan, memohon untuk diterima kembali
oleh Gereja pada tahun 251. Sri Paus Santo Kornelius setuju dengan Santo
Cyprianus bahwa kaum lapsi (orang-orang yang murtad) ini diterima kembali
kedalam Gereja setelah memenuhi persyaratan penitensi yang telah ditentukan.
Dilain pihak, anti-paus Novatianus bersikeras bahwa orang-orang yang murtad
dari Gereja selama penindasan dan/atau mereka yang bersalah atas dosa
berat setelah pembaptisan tidak dapat dimaafkan dan diterima kembali dalam
persekutuan dengan Gereja. Ajaran salah ini ditolak keras oleh Synod Romawi
pada tahun 251.


250-300 Neo-Platonisme oleh Plotinus dan Porphyry
bertambah pendukungnya


251 Novatianus, sang anti-paus, dikecam di
Roma.


256 Sri Paus Santo Stefanus I menerima validitas
pembaptisan yang dilakukan secara sebagaimana mestinya, meskipun dilakukan
oleh kaum penyeleweng Gereja, dalam dokumen Kontroversi Pembaptisan-ulang.


257 Penindasan terhadap umat Kristen oleh
kaisar Valerianus, yang berusaha menghancurkan Gereja sebagai suatu struktur
sosial.


258 Santo Cyprianus, Uskup Kartago, menjadi
martir.


260 Santo Lucianus mendirikan Sekolah Teologi
Antiokia, sebuah pusat studi Alkitab yang berpengaruh. Sri Paus Santo
Dionisius mengecam Sabellianisme, yang serupa dengan Modalisme (seperti
juga Monarchianisme dan Patripassianisme). Ajaran sesat ini menyatakan
bahwa Bapa, Putera, dan Roh Kudus bukanlah personifikasi Allah yang berbeda,
tetapi adalah tiga mode dan manifestasi-diri oleh Allah yang satu. Santo
Paulus dari Thebes menjadi pertapa.


261 Gallienus mengeluarkan dekrit toleransi
yang mengakhiri secara umum penindasan yang berlangsung selama 40 tahun.


292 Diocletianus membagi Kekaisaran Romawi
menjadi Timur dan Barat. Pembagian tersebut memperkuat perbedaan-perbedaan
politik, kultur, dan lain-lainnya antara dua bagian Kekaisaran dan selanjutnya
mempengaruhi perkembangan yang berbeda dalam Gereja di Timur dan di Barat.
Prestise Roma mulai menurun.


303 Penindasan dilanjutkan oleh Diocletianus.
Penindasan ini mencapai puncaknya pada tahun 304.


305 Santo Antonius dari Heracles mendirikan
yayasan bagi para biarawan-pertapa di dekat Laut Merah, Mesir.


306 Peraturan lokal yang pertama menyangkut
hidup selibat religius diberlakukan oleh sebuah konsili yang dilaksanakan
di Elvira, Spanyol. Para uskup, imam, deakon dan para pelayan lainnya
dilarang untuk memiliki istri.


311 Suatu dekrit toleransi dikeluarkan oleh
Galerius atas desakan Konstantinus Agung dan Licinius secara resmi mengakhiri
penindasan terhadap umat Kristen di Barat. Masih terjadi penindasan di
wilayah Timur.


313 Dekrit Milan dikeluarkan oleh Konstantinus
dan Licinius, mengakui agama Kristen sebagai agama yang sah dalam wilayah
kekaisaran Romawi.


314 Suatu konsili di Arles mengutuk Donatisme,
dan menyatakan bahwa pembaptisan yang dilakukan oleh para penyeleweng
Gereja sebagai sah, dengan pertimbangan pada prinsip sakramen yang mendapatkan
efektivitasnya dari Kristus, bukan dari kondisi spiritual sang pelayan
iman. Ajaran sesat ini (Donatisme) kembali dikutuk oleh konsili yang dilaksanakan
di Kartago pada tahun 411.


318 Santo Pachomius mendirikan dasar pertama
dari hidup senobis (bersama), kebalikan dari hidup soliter para pertapa
di wilayah Mesir utara.


325 Konsili Ekumenikal Nikea I. Keputusannya
yang terutama adalah pengutukan terhadap ajaran Arianisme, salah satu
ajaran sesat yang paling membahayakan Gereja, yaitu yang menyangkal ke-Allahan
Yesus. Heresi ini ditimbulkan oleh Arius dari Alexandria, seorang imam.
Kaum Arian dan beberapa variasinya mempropagandakan ajaran mereka secara
luas dan mendirikan hirarki gerejawi sendiri dan menimbulkan kegoncangan
di dalam Gereja selama beberapa abad. Konsili ini turut berperan dalam
formulasi Kredo Nikea (Syahadat Nikea-Konstantinopel). Hasil-hasil lainnya
dari konsili Nikea I adalah tanggal perayaan Paskah yang tetap (tidak
berubah-ubah), dan dikeluarkannya peraturan-peraturan disiplin untuk para
imam, dan mengadopsi pemisahan sipil wilayah kekaisaran sebagai model
bagi organisasi yurisdiksi dalam tubuh Gereja.


326 Dengan dukungan dari Santa Helena, ibunda
kaisar Konstantinus, Salib Benar yang digunakan untuk menyalibkan Kristus
ditemukan.


337 Peristiwa pembaptisan dan wafatnya kaisar
Konstantinus.


342 Dimulainya masa penindasan 40 tahun di
wilayah Persia.


343-344 Konsili Sardica menguatkan doktrin
yang diformulasikan oleh konsili Nikea I dan juga menyatakan bahwa para
Uskup memiliki hak petisi kepada Sri Paus sebagai otoritas tertinggi dalam
Gereja.


361-363 Kaisar Julianus yang murtad, melancarkan
kampanye yang gagal melawan Gereja dalam usahanya untuk mengembalikan
paganisme sebagai agama resmi kekaisaran.


365 Penindasan terhadap kaum Kristen ortodoks
oleh Kaisar Valens di wilayah Timur.


376 Permulaan invasi oleh kaum barbar di wilayah
Barat.


379 Wafatnya Santo Basil, Bapa Monastisisme
(hidup membiara) di Timur. Tulisan-tulisannya memberi sumbangan besar
bagi perkembangan tata aturan hidup kaum religius.


381 Konsili Ekumenikal Konstantinopel I. Konsili
ini mengecam berbagai variasi Arianisme, termasuk juga Macedonianisme,
yang menyangkal ke-Allahan Roh Kudus. Konsili ini turut berperan dalam
formulasi Kredo Nikea, menyetujui suatu kanon yang mengakui Konstantinopel
sebagai Tahta kedua setelah Roma dalam hal wibawa dan kehormatan.


382 Penentuan Kanon Kitab Suci, yaitu daftar
resmi kitab-kitab yang dinyatakan sebagai wahyu Allah dalam Alkitab, dalam
Dekrit Sri Paus Santo Damasus dan dipublikasikan oleh Konsili regional
di Kartago pada tahun 397. Kanon tersebut didefinisikan secara resmi oleh
Konsili Trente pada abad ke-16.


382-406 Santo Yeremia menterjemahkan Kitab-kitab
Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru ke dalam bahasa Latin. Hasil karyanya
disebut sebagai Alkitab versi Vulgata.


410 Kaum Visigoth dibawah pimpinan Alaric
memporak-porandakan kota Roma. Bala-tentara Romawi yang terakhir meninggalkan
wilayah Inggris. Menurunnya kekaisaran Romawi kira-kira sejak masa ini.


430 Wafatnya Santo Agustinus yang menjabat
sebagai Uskup Hippo selama 35 tahun. Dia adalah pendukung kuat doktrin-doktrin
yang ortodoks terhadap Manicaeisme, Donatisme, Pelagianisme. Tulisan-tulisannya
yang mendalam dan meliputi aspek yang luas membuatnya sebagai pengaruh
yang dominan dalam pemikiran Kristen selama berabad-abad.


431 Konsili Ekumenikal Efesus. Konsili ini
mengutuk Nestorianisme, ajaran sesat yang menyangkal persatuan sifat keAllahan
dan kemanusiaan dalam Kristus. Konsili ini mendefinisikan gelar Maria
sebagai Theotokos (Pembawa Allah), juga gelar Bunda Putera
Allah yang menjadi Manusia, dan mengutuk Pelagianisme. Ajaran sesat Pelagianisme,
bermula dari asumsi bahwa Adam memiliki hak alami terhadap hidup supernatural,
berpegang bahwa manusia bisa mendapatkan penyelamatan lewat usaha-usaha
dari kekuatannya yang alami dan kehendak bebas. Ajaran ini meliputi kesalahan
terhadap pemahaman dosa asa, makna dari rahmat dan hal-hal lainnya. Variasi
ajaran Pelagianisme lainnya juga dikutuk oleh sebuah konsili di Orange
pada tahun 529.


432 Santo Patrick tiba di Irlandia. Pada saat
wafatnya di tahun 461, nyaris seluruh negeri itu telah memeluk Katolik,
didirikannya banyak biara-biara dan terbentuknya hirarki Gereja di sana.


438 Peraturan Theodosian, suatu kompilasi
dekrit-dekrit bagi kekaisaran, yang dikeluarkan oleh Theodosius II. Peraturan
ini membawa pengaruh besar bagi perundang-undangan sipil dan gereja.


451 Konsili Ekumenikal Kalsedon. Keputusan
utamanya yaitu pengutukan ajaran sesat Monofisit (yang juga disebut Eutisianisme),
yang menyangkal kemanusiaan Kristus dengan berpegang bahwa Yesus hanya
memiliki satu sifat, yaitu keAllahannya.


452 Sri Paus Santo Leo Agung membujuk Atilla pemimpin orang-orang
Hun untuk membiarkan kota Roma.


455 Kaum gerombolan penyerang dibawah pimpinan
Geiseric memporak-porandakan kota Roma.


484 Patriark Acacius dari Konstantinopel di-ekskomunikasi
setelah dia menanda-tangani Henoticon, suatu dokumen yang
berisi pengakuan (kapitulasi) terhadap ajaran sesat Monofisit. Ekskomunikasi
ini memicu Skisma Acacian yang berlangsung selama 35 tahun.


494 Sri Paus Santo Gelasius I menyatakan dalam
suratnya kepada Kaisar Anastasius bahwa seorang Paus memiliki kuasa dan
otoritas melebihi seorang kaisar dalam hal-hal spiritual.


496 Clovis, Raja Franks, memeluk agama Katolik
dan menjadi pembela Kristen di wilayah Barat. Rakyat Franks menjadi pemeluk
Katolik.


520 Biara-biara di Irlandia berkembang pesat
sebagai pusat kehidupan spiritual, pelatihan para misionaris, dan kegiatan
akademis lainnya.


529 Konsili Orange II mengutuk semi-Pelagianisme.


529 Santo Benediktus mendirikan Biara Monte
Cassino. Beberapa tahun sebelum ia wafat di tahun 543 dia menulis peraturan
hidup membiara yang membawa pengaruh besar dalam pembentukan formasi dan
tata-cara kehidupan religius. Dia dipanggil sebagai Bapa Monastisisme
(kehidupan membiara) dari Barat.


533 Yohanes II menjadi Paus pertama yang mengganti
namanya. Praktek ini tidak menjadi tradisi sampai masa Sergius IV (tahun
1009).


533-534 Kaisar Justinianus mewartakan Corpus
Iuris Civilis
kepada seluruh Romawi. Seperti juga perundangan
Theodosian, perundangan ini selanjutnya juga mempengaruhi hukum sipil
dan gereja.


545 Wafatnya Dionisius Exiguus yang merupakan
orang pertama yang melakukan penanggalan sejarah sejak kelahiran Kristus,
yang nantinya menghasilkan penggunaan singkatan BC (sebelum Kristus) dan
AD (sesudah Kristus). Perhitungannya setidaknya telat 4 tahun.


553 Konsili Ekumenikal Konstantinopel II.
Konsili ini mengutuk Tiga Pasal, suatu tulisan yang berbau ajaran sesat
Nestorianisme, oleh Theodore dari Mopsuestia, Theodoret dari Sirus dan
Ibas dari Edessa.


585 Santo Columban mendirikan sebuah sekolah
biara yang berpengaruh di Luxeuil.


589 Konsili Toledo, satu yang terpenting diantara
beberapa konsili yang diadakan disana. Kaum Visigoth menolak Arianisme
dan Santo Leander mulai pengorganisasian Gereja di Spanyol.


590-604 Masa jabatan Sri Paus Santo Gregorius
I Agung. Dia menetapkan format dan gaya kepausan yang terus bertahan hingga
abad pertengahan. Dia membawa pengaruh yang besar terhadap doktrin dan
liturgi. Dia juga adalah pendukung berat disiplin kehidupan membiara dan
selibat religius. Tulisannya yang banyak mencakup banyak topik. Lagu Gregorian
disebut demikian sebagai penghormatan terhadapnya.


597 Wafatnya Santo Columba. Dia mendirikan
sebuah biara penting di Iona, mendirikan banyak sekolah-sekolah dan melakukan
karya misionaris yang menonjol di Skotlandia. Pada akhir abad itu, biara-biara
bagi kaum wanita sudah banyak terdapat. Monastisisme di Barat berkembang
pesat sementara monastisisme di Timur, dibawah pengaruh Monofisit dan
faktor-faktor lainnya, mulai kehilangan semangatnya.


613 Santo Columban mendirikan biara yang berpengaruh
di Bobbio di Italia utara. Dia meninggal disana pada tahun 615.


622 Perjalanan Muhammad dari Mekah ke Media
menandai awal mula Islam, yang menjelang akhir abad itu telah meliputi
nyaris seluruh wilayah selatan Timur Tengah.


628 Heraclius, Kaisar Romawi Timur, merebut
Salib Benar dari orang-orang Persia.


649 Konsili Lateran mengutuk dua rancangan
(Ecthesis dan Type) yang dikeluarkan oleh kaisar Heraclius dan Konstans
II sebagai cara untuk menyatukan kaum Monofisit dengan Gereja.


664 Tindakan-tindakan Sinod Whitby mendorong
pemakaian tradisi Latin di wilayah Inggris, terutama menyangkut perayaan
Paskah.


680-681 Konsili Ekumenikal Konstantinopel
III. Konsili ini mengutuk Monotelitisme, yang menyatakan bahwa Kristus
hanya memiliki satu kehendak, ke-Allahannya. Konsili juga mengkritik Sri
Paus Honorius I atas suratnya kepada Sergius, Uskup Konstantinopel, dimana
dia membuat pernyataan yang kurang jelas, tetapi bukan suatu pernyataan
yang sifatnya infalibel, tentang kesatuan kehendak/karya dalam Kristus.


692 Sinod Trullan. Penetapan disiplin selibat
religius dalam Gereja Timur yang membolehkan perkawinan sebelum pentahbisan
menjadi deakonat, tetapi melarang perkawinan setelah meninggalnya istri
yang bersangkutan. Kanon-kanon anti-Roma turut menyumbang munculnya jurang
pemisah antara Timur-Barat. Selama abad ini, pengaruh monastisisme Irlandia
dan Inggris bertambah besar di Eropa Barat. Sekolah-sekolah dan pengajaran
berkurang. Peraturan-peraturan menyangkut hidup selibat menjadi diperketat
di Timur.


711 Kaum Muslim menduduki wilayah Spanyol


726 Kaisar Leo III - orang Isauria - melancarkan
kampanye melarang penghormatan terhadap gambar/patung religius dan relikwi.
Tindakan ini disebut ikonolasma (penghancuran rupa) dan mengakibatkan
timbulnya kekacauan di Timur sampai sekitar tahun 843


731 Sri Paus Gregorius III dan sebuah sinod
di Roma mengutuk ikonoklasma, dengan sebuah pernyataan bahwa penghormatan
gambar/patung religius sesuai dengan tradisi Katolik


732 Charles Martel mengalahkan pasukan Muslim
di Poitiers, dan menghambat majunya pasukan mereka di Barat.


744 Biara Fulda didirikan oleh St.Sturmi,
seorang murid Santo Bonifacius. Biara ini sangat berpengaruh dalam evangelisasi
di Jerman.


754 Suatu konsili yang didukung oleh 300 uskup-uskup
Bizantium mendukung bidaah ikonoklasma. Konsili ini dan keputusannya dikutuk
oleh sinod Lateran pada tahun 769. Stephen II (III) dimahkotai sebagai
pemimpin Pepin dari kaum Franks. Pepin dua kali menginvasi Italia di tahun
754 dan 756, untuk membela Sri Paus terhadap serangan orang-orang Lombard.
Dia menghadiahkan tanah kepada kepausan yang disebut Sumbangan Pepin,
dan nantinya diperluas oleh Charlemagne (773) dan menjadi bagian dari
negara-Gereja


755 Santo Bonifacius (Windrid) menjadi martir.
Dia disebut sebagai Rasul dari Jerman karena karya misionarisnya dan pengorganisasian
dari hirarki gereja disana.


781 Alcuin dipilih oleh Charlemagne untuk
mengorganisasikan sebuah sekolah istana yang menjadi pusat kepemimpinan
intelektual


787 Konsili Ekumenikal Nikea II. Konsili ini
mengutuk bidaah ikonoklasma - yang menuduh penghormatan terhadap gambar
religius sebagai tindakan penyembahan berhala - juga mengutuk bidaah Adopsionisme
yang menyatakan bahwa Kristus bukan Putera Allah secara alami, tetapi
melalui adopsi. Konsili ini adalah konsili terakhir yang dianggap ekumenikal
oleh Gereja Ortodoks.


792 Konsili di Ratisbon mengutuk bidaah Adopsionisme.


800 Charlemagne dimahkotai sebagai kaisar
oleh Sri Paus Leo III pada hari Natal. Egbert menjadi raja Sakson Barat.
Dia mempersatukan Inggris dan memperkuat Tahta Canterburry.


813 Kaisar Leo V, orang Armenia, membangkitkan
kembali bidaah ikonoklasma, yang bertahan hingga tahun 843


814 Kaisar Charlemagne wafat.


843 Perjanjian Verdun membagi kerajaan Franks
bagi tiga cucu-cucu laki-laki Charlemagne.


844 Kontroversi Ekaristi yang melibatkan tulisan-tulisan
St.Paskasius Radbertus, Ratramnus dan Rabanus Maurus mendorong perkembangan
terminologi menyangkut doktrin Kehadiran Sejati.


846 Pasukan Muslim menginvasi Italia dan menyerang
kota Roma.


848 Konsili Mainz mengutuk Gottshalk atas
ajaran bidaah mengenai predestinasi. Gottschalk juga dikecam oleh Konsli
Quierzy tahun 853.


857 Photius menggeser keduduk Ignatius sebagai
Patriarck Konstantinopel. Ini menandai awal mula Skisma Photius, suatu
keadaan yang tidak menentu antara hubungan Timur-Barat yang belum diklarifikasi
lewat riset historis. Photius, orang yang hebat, wafat tahun 891.


865 Santo Ansgar, rasul bagi Skandinavia,
wafat.


869 Santo Siril wafat dan saudaranya Santo
Metodius (wafat 885) diangkat sebagai uskup. Rasul-rasul bagi Skandinavia
membuat suatu sistem alfabet dan menterjemahkan Injil dan liturgi kedalam
bahasa Slavia.


869-870 Konsili Ekumenikal Konstantinopel
IV. Konsili ini mengeluarkan kecaman kedua terhadap Ikonoklasma, dan mengecam
dan menggulingkan Photius dari kedudukan sebagai Patriark Konstantinopel
dan mengembalikan Ignatius sebagai Patriark. Ini adalah konsili ekumenikal
terakhir yang diadakan di Timur. Pertama kali disebut ekumenikal oleh
para kanonis menjelang akhir abad ke-11.


871-900 Masa pemerintahan Alfred Agung, satu-satunya
raja Inggris yang pernah diurapi oleh seorang Paus di Roma.


 


Bersambung...


Baca Juga

Login


Username
Password
 
Forgot Password.!?

Event

JADWAL MISA NATAL 2014
17 Desember 2014 S/D 31 Desember 2014
JADWAL MISA NATAL 2014 Rabu, 24 Desember 2014 Misa Natal I: pk 17.30 (Bahasa Jawa) Misa Natal II: pk 21.00 (Bahasa Indonesia) Kamis, 25 Desemb...

» Selengkapnya

Kalender

« Dec 2014 »
M S S R K J S
30 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31 1 2 3
4 5 6 7 8 9 10

Statistik Situs

Visitors: 5633 Org
Hits: 17938 hits
Month: 781 Users
Today: 76 Users
Online: 1 Users